Translate

Perubahan cuaca bumi besar-besaran tanggal 16 Juni

          Hai pemirsa setia Pengetahuanku . . Kali ini kita akan membahas tentang perubahan cuaca bumi pada tanggal 16 Juni yang lalu. Seperti apa ya?


          16 Juni 2012, hari Sabtu akhir pekan saat masyarakat sedang bersantai-santai. Tapi tahukah anda? Pada saat itu juga, 2 buah CMEs ( Coronal Mass Ejections / Lemparan Koronal Massal ) telah menabrak Magnetosphere bumi.
          Pada hari Sabtu kemarin, sekitar pukul 15:55 WIB atau 4:55 AM EDT ( Eastern Dayligt Time ) dan pukul 1:55 AM di United States, ada efek gabungan dari dua CMEs dari AR 1504, akan melewati Advance Composition Explorer (ACE) milik NASA dalam perjalanannya menuju gelembung pelindung magnet Bumi ( Magnetosphere ). ACE sendiri berjarak sekitar 900.000 mil dari Bumi dan dapat mendeteksi guncangan di sekitarnya sekitar 30-45 menit sebelum sesuatu masuk ke Magnetosphere.
Hal yang tidak lazim, aurora cukup terang saat dilihat di Badlands, South Dakota
          Simulasi ini dilakukan di Pusat Cuaca Luar Angkasa Goddard NASA menunjukkan bahwa gangguan sangat kecil bagi Magnetopause, akhirnya jarak minimal menjadi sekitar 24.000 mil dari permukaan bumi di waktu 17:28 WIB atau 6:28 AM EDT dan pukul 3:55 AM pada waktu United States .Ketinggian sekitar 2.000 mil lebih rendah dari pesawat ruang angkasa di orbit geosynchronous.
          Perubahan bentuk magnetopause bumi juga berpengaruh terhadap aurora, menyebabkan aurora lebih terang untuk dilihat di lintang rendah bumi dari lintang normal bumi, yaitu di Iowa, Nebraska, dan Maryland.
          Daerah aktif di matahari, AR 1504, berotasi ke bagian sisi kiri matahari pada tanggal 10 Juni 2012 yang lalu. Wilayah ini menembakkan dua jilatan api kelas-M dan dua coronal mass ejections (CMEs) pada tanggal 13 Juni dan 14 Juni 2012 yang lalu. Jilatan api pertama berlangsung selama tiga jam yang relatif lama, memuncak pada tanggal 13 Juni 2012 pada waktu 20:17 WIB atau 9:17 EDT AM dan pukul 6:17 AM pada waktu United States. CMEs terkait berkecepatan sekitar 375 mil per detik dan arahnya menuju Bumi, meskipun kecepatannya lambat, efek di Bumi diperkirakan akan menjadi minimal.
          Jilatan api kelas-M kedua berdurasi panjang dan mencapai puncaknya pada tanggal 14 Juni 2012 21:08 WIB atau 10:08 AM EDT dan pukul 07:08 AM pada waktu United States. CME yang berhubungan dengan jilatan api kedua ini berjalan jauh lebih cepat dari analisis awal di Pusat Cuaca Antariksa NASA Goddard menunjukkan CME itu berjalan pada kecepatan sekitar 800 mil per detik. CME ini juga menuju Bumi, dan juga dapat mempengaruhi Mars dan pesawat ruang angkasa Spitzer. 
          Pusat Model Cuaca Luar Angkasa memgumumkan bahwa kedua CMEs tiba di magnetosphere bumi pada tanggal 16 Juni yang lalu.

Tidak ada komentar: